Minggu, 13 Februari 2011

Air Laut Terasa Asin

Mengapa air laut terasa asin??...
Pertanyaan sepele, namun cukup menarik untuk di ungkap penjelasannya. Air laut mengandung ion-ion logam utama yaitu natrium, magnesium, kalsium, dan kalium. Sedangkan ion-ion negatif yang di kandung dalam air laut adalah klorida, sulfat, bikarbonat, dan bromida. Nah, bagaimana bahan-bahan tadi dapat berada di laut. Jawaban singkatnya adalah karena semuanya tercuci dari daratan oleh air hujan yang selanjutnya mengalir sebagai sungai menuju ke laut.

Kita tahu bahwa air laut terus menerus mengalami daur ulang. Tiap tahun, lapisan paling atasnya setebal kira-kira 1 meter menguap ke udara, bergerak ke berbagai sistem cuaca kemudian jatuh kembali ke laut dan daratan sebagai hujan serta salju. Dan diantara air yang jatuh ini, 76% langsung jatuh ke laut sedangkan 24% jatuh di daratan. Air yang jatuh di daratan mengalir turun melalui selokan, sungai kecil dan sungai besar, sampai akhirnya kembali ke laut. Dalam proses tersebut air mencuci apapun yang dapat dilarutkannya, terutama garam-garam yang terkandung dalam tanah, batuan, dan mineral.

Pakar kimia mana pun akan memberitahu kita bahwa garam-garam natrium lebih mudah larut dalam air daripada garam-garam kalium, magnesium, kalsium atau kebanyakan logam lain. Semua garam terlarut ini membentuk sampai 3,47% berat air laut. Sementara itu hanya enam unsur yang membentuk sampai lebih dari 99% garam-garam tersebut: klor, natrium, belerang, magnesium, kalsium,dan kalium, dalam urutan menurun.

Air Laut yang Berwarna Biru

Mengapa air laut berwarna biru??.....

Pertanyaan ini terkadang terlintas dari dalam benak anda yaitu mengapa air laut yang kita lihat dapat berwarna biru.Apakah itu merupakan pantulan dari langit??.. tentu saja tidak seperti itu jawabannya.

Itu disebabkan karena pada siang hari.yang mengandung semua warna cahaya dalam keadaan tercampur, lalu menyentuh air dan menembusnya. Sehingga warna-warna tertentu dalam cahaya itu diserap molekul-molekul air.

Ini juga dapat kita praktikkan apabila kita mengisi air ke dalam bak mandi kita. Nantinya cahaya yang dipantulkan kembali dari bak mandi dan mencapai mata kita sesudah melewati air dengan demikian kekurangan warna-warna tertentu tadi. Sehingga mengakibatkan cahaya itu memiliki komposisi warna berbeda dari berkas-berkas cahaya semula.

Secara khusus, molekul-molekul air menunjukkan sedikit kecenderungan menyerap bagian-bagian warna jingga dan merah dari cahaya matahari. Cahaya yang kekurangan unsur-unsur jingga dan merah akan tampak oleh kita sebagai campuran warna yang kelebihan biru, jika dibandingkan dengan yang kita sebut cahaya "putih". Nah, itu sebabnya air tampak berwarna biru...


Di ambil dari buku "Kalo Einstein Lagi Cukuran Ngobrolin Apa Ya?"..
Pengarang : Robert L. Wolke
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama